Minggu, 15 November 2009

Dampak Puasa Bagi Kesehatan

Ramadhan telah tiba, bulan keberkahan yang penuh rahmat telah ada di hadapan kita. Saatnya kita isi bulan penuh rahmat ini dengan ibadah yang penuh makna. Untuk ibadah puasa ini sebagian masyarakat selain mempersiapkan kebutuhan ibadah dan makanan, juga mempersiapkan kesehatan, karena bila badan sehat puasa pun akan lebih nikmat.

Saat ini sudah umum masyarakat mempersiapkan diri dengan konsultasi ke dokter, bagaimana caranya agar dapat berpuasa dengan baik terutama bagi yang mempunyai penyakit tertentu. Ada juga yang bertanya, apakah boleh berpuasa dalam kondisi sedang menderita penyakit. Jawabannya, tergantung penyakit yang diderita dan keparahan penyakitnya.

Dalam QS. Al-Baqarah ayat 183, Allah mewajibkan berpuasa bagi orang-orang yang beriman. Selanjutnya pada QS. Al-Baqarah ayat 184, Allah berfirman: Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Berkaitan dengan ayat diatas, Allah telah memberikan keringanan bagi orang yang sakit yang tidak mampu berpuasa karena gangguan fisiknya. Namun banyak pula penyakit yang dapat disembuhkan dengan berpuasa, sebagaimana firman Allah SWT Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Bagi orang yang sedang menderita sakit , perlu dikaji apakah penyakitnya karena gangguan fisik ataukah gangguan psikis/pikiran? Pada penyakit karena adanya kelainan fisik yang berat lebih baik tidak memaksakan berpuasa apabila dengan berpuasa akan menyebabkan bertambah berat penyakitnya. Untuk hal ini Allah SWT telah memberikan solusi melalui ayat diatas tadi. Ada baiknya konsultasi dengan dokter. Namun tidak sedikit penyakit yang dirasakan sepertinya ada kelainan fisik padahal penyakitnya disebabkan kelainan psikis/pikiran, misalnya penyakit maag.

Banyak penyakit maag yang disebabkan karena kelainan psikis, bukan gangguan fisiknya. Pada yang semacam ini biasanya dengan berpuasa akan lebih baik dan dapat menyembuhkan karena adanya ketenangan sehingga produksi asam lambung tidak berlebihan. Kalau ada keraguan mana yang lebih baik, berpuasa atau tidak, ada baiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Umumnya puasa mempunyai dampak positif terhadap organ tubuh, di antaranya sistem pencernaan, pernapasan, sirkulasi darah, sistem hormon, dan lain-lain. Di luar bulan puasa pencernaan kita bekerja selama 18 jam atau lebih dalam sehari. Pada saat puasa , pencernaan dan enzym serta hormon yang berhubungan dengan pencernaan beristirahat cukup lama sekitar 12 jam sehingga sistem pencernaan akan mengalami perbaikan yang menimbulkan dampak positif. Selain itu saat berpuasa tubuh menggunakan zat makanan yang tersimpan dan tertimbun berlebihan dalam tubuh untuk proses metabolisme, sehingga akan menimbulkan dampak positif keseimbangan zat-zat dalam tubuh kita.

Berbicara dampak puasa terhadap kesehatan jauh lebih banyak dampak positifnya, baik dampak terhadap kesehatan fisik, psikis, maupun sosial.

Dampak positif berpuasa terhadap kesehatan fisik adalah sebagai berikut:

1. Bagi penderita yang mempunyai tinggi kolesterol, trigliserida, saat berpuasa tubuh akan menggunakan lemak yang tersimpan berlebihan dalam tubuh, yang akhirnya kadar lemak dalam tubuh akan menjadi normal.

2. Bagi penderita penyakit gula, puasa akan membuat gula darah cenderung turun, karena proses metabolisme dalam tubuh saat berpuasa.

3. Bagi penderita dengan gangguan saluran cerna, berpuasa akan menyehatkan sistem pencernaan. Di waktu puasa, lambung dan sistem pencernaan akan istirahat selama lebih kurang 12 sampai 14 jam, selama lebih kurang satu bulan.

4. Bagi penderita obesitas atau kegemukan, puasa dapat mengurangi berat badan berlebih, karena puasa dapat menghilangkan lemak dan mengeluarkan kalori yang berlebih.

5. Puasa dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan peningkatan sel darah putih yang berfungsi untuk pertahanan tubuh.

6. Puasa dapat meningkatkan kesabaran, karena adanya perbaikan fungsi hormon yang mempengaruhi tubuh untuk menjadi stabil, tenang dan nyaman.

7. Puasa dapat meremajakan sel-sel tubuh, karena pada saat berpuasa, organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga mempunyai kesempatan untuk memperbarui sel-selnya, sebagaimana saat kita beristirahat/tidur.

8. Puasa memberikan rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh sehingga akan menghasilkan, memulihkan, dan meningkatkan fungsi organ sesuai fungsi fisiologisnya.

Dampak positif berpuasa terhadap kesehatan psikis adalah sebagai berikut.

1. Puasa bagi penderita sakit maag yang disebabkan gangguan psikis.

2. Dengan berpuasa produksi lambung akan terkendali sehingga keluhan mual, nyeri, dan kembung akan berkurang.

3. Puasa bagi penderita depresi atau kecemasan yang berlebihan.

4. Dengan berpuasa pikiran lebih tenang, hormon yang mempengaruhi kecemasan akan terkendali, sehingga akan ada keseimbangan hormon yang membuat diri menjadi nyaman dan tenang.

5. Puasa bagi yang mempunyai kelainan seksual.

6. Dengan berpuasa hormon seks akan terkendali, menyebabkan kendali seksual akan lebih baik.


Dampak puasa terhadap kesehatan sosial adalah sebagai berikut:

1. Dengan berpuasa, kita dapat mengingat dan merasakan penderitaan orang lain yang kekurangan, yang sering merasakan lapar dan haus disepanjang hidupnya walaupun bukan saat berpuasa. Hal ini dapat menjadi cermin bagi kita bagaimana orang-orang yang nasibnya kurang beruntung merasakan hal ini, semestinya perasaan ini akan menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya yang masih hidup serba kekurangan.

2. Selama bulan Ramadhan kita juga dianjurkan untuk saling memberi, baik saling berbagi pada pada saat berbuka puasa atau berbagi melalui zakat fitrah dan zakat mal. Perasaan saat berbagi pasti akan menimbulkan rasa nyaman dan bahagia dalam kebersamaan.


Untuk mencapai puasa yang sehat dan nikmat, mudah-mudahan tips di bawah ini bermanfaat:

1. Upayakan jenis makanan tidak berbeda jauh dengan makanan sehari-hari sebelum bulan puasa.

2. Sebaiknya mengonsumsi makanan yang lambat dicerna termasuk makanan yang mengandung serat, bukan makanan yang cepat dicerna.

3. Makanan yang dimakan harus seimbang, mengandung komponen buah, sayuran, daging/ayam/ikan, roti/sereal, dan produk susu.

4. Minumlah secukup mungkin air atau jus buah antara waktu berbuka sampai tidur malam sehingga tubuh anda bisa menyesuaikan kadar cairan pada waktunya.

5. Sebaiknya hindari makanan yang terlalu berlemak , makanan yang mengandung terlalu banyak gula.

6. Hindari merokok.

Sumber :
Dr. Anna Uyainah ZN,SpPD,K-P,MARS
http://esqmagazine.com/ramadhan/2009/08/25/384/dampak-puasa-bagi-kesehatan.html
25 Agustus 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar